sebelumnya, saya adalah orang yang sangat bahagia. saya memiliki keluarga yang sangat harmonis dan tentunya memiliki rasa saling sayang satu dengan yang lain.Kami hidup rukun dan damai, hingga suatu hari hal buruk yang tak pernah terfikirkan sebelumnya telah mampu merenggut semua itu. Kebahagianku, keluargaku, teman-temanku, dan semuanya seakan-akan meluntur dari kehidupanku.
yaa, jdi ceritanya, selang beberapa saat setelah gempa dan tsunami d aceh beberapa tahun silam, kalian ingat kan? betapa bencana tersebut menumpahkan amarahnya kepada kota tersebut!..
hal iyu pulalah yang diriku, keluargaku dan kami semua yang pernah tinggal di daerah terpencil dekat dengan pantai itu. namun bedanya, kami hanya merasakan betapa hebatnya guncangan gempa pada saat itu. yaah setidaknya kami tidak kehilang rasa syukur kepada sang kholiq yang tidak memerintahkan kepada air laut untuk ikut menghukum desa kami.
jadi, dahulu ketika saya masih duduk dikelas 1 SMA, hari itu sama seperti biasanya. Tidak ada hal aneh yang membuat kami harus waspada, ibarat kata semua berjalan normal seperti hari-hari sebelumnya. ketika sore menjelang dan sang surya mulai masuk ke dalam singgasananya, ketika itulah bencana tersebut terjadi. sekitar pukul 18.00 WIB kurang lebih, saya tengah berada di kamar. seketika, saya merasa ada getaran pelan yang membuat saya was-was. semakin lama, guncangan tersebut semkin bertambah hebat. saya kaget dan dengan keadaan panik pergi meninggalkan kamar kemudian berlari di halaman depan. suasana tampak hiruk-pikuk dan tak terkendali ibarat segerombolam bebek yang baru keluar dari kandangnya. saya berlari ketengah jalan raya untuk menghindari jejatuhan pohon-pohon besar yang berada tidak jauh dari pekarangan rumah penduduk. disanalah saya, ayah, ibu dan seorang adik salng merangkul, memberi kekuatan, menjaga dan melindungi. erat dan saaaaaangat erat. tanpa disangka jalan raya tempat kami sekeluarga berdiri retak/terbelah dua, BERSAMBUNG
Tidak ada komentar:
Posting Komentar